Kibarkan Semangat Inovasi Ciptakan siswa Berprestasi,

Wednesday, 22 May 2013

LAGENDA ASAL MULA NAMA TELANG DI MUARA TELANG


         Pada Jaman kerajaan Sriwijaya ada suatu daerah yang termasuk dalam wilayah kerajaan Sriwijaya, daerah itu terletak di tepi perairan sungai musi yang di dalamnya banyak terdapat rawa-rawa, di daerah tersebut pada suatu ketika terjadi peristiwa yang menggemparkan.

         Setiap hari di daerah itu setiap orang yang mandi di sungai selalu meninggal, apa yang terjadi. Karena di sungai tersebut hiduplah seekor buaya yang besar dan ganas. Karena setiap orang yang mandi di sungai  selalu di gigit buaya dan meninggal, dan hal tersebut terjadi setiap hari tidak ada kelang.

        Dari kejadian tersebut Tetua Marga melapor ke istana kerajaan Sriwijaya,” Paduka raja, tolonglah warga saya, karena setiap hari tidak berkelang warga saya selalu mati oleh keganasan buaya penghuni sungai,” kemudian raja menjawab,” baiklah aku akan memerintahkan prajuritku  datang ke daerah kelang tersebut untuk membunuh buaya itu,” Kemudian raja berkata kepada punggawanya,”Punggawa, bawa beberapa prajurit pilihan ke daerah Kelang, bunuhlah buaya ganas itu,” berangkatlah para prajurit kerajaan Sriwijaya ke daerah kelang.Dan sejak saat itu daerah tempat buaya ganas tersebut dari mulut ke mulut di sebut dengan nama kelang.


        Para prajurit dan punggawa kerajaan Sriwijaya telah sampai ke daerah kelang dan sempat terjadi perkalian dengan buaya ganas, tetapi semua prajurit tidak ada yang bisa mengalahkan buaya tersebut, bahkan punggawa-punggawa sakti kerajaan sriwijaya di kerahkan untuk melawan buaya ganas tersebut, tetapi tidak ada seorang pun yang sanggup mengalakan buaya ganas.
         
          Prajurit yang selamat kembali ke istana dan melapor ke raja,” Ampun baginda buaya di daerah kelang sangat kuat dan kebal, kami semua tidak sanggup mengalakannya,” kemudian raja memerintahkan kepada prajurit,” prajurit buatlah sayembara, umumkan kepada seluruh rakyatku, siapa yang sanggup mengalakan buaya ganas di daerah kelang akan aku hadiahkan 100 keping.” Prajurit keluar istana dan berjalan ke seluruh wilayah kerajaan Sriwijaya untuk mengumumkan sayembara. dungggg, dunggg dunggg, bunyi bendi di bunyikan oleh prajurit, “ Sayembara, sayembara, diumumkan kepada seluruh masyarakat, barang siapa yang dapat mengalahkan atau membunuh buaya ganas yang ada di Telang akan diberi hadiah 100 keping mas oleh baginda raja”, rupanya prajurit tadi agak cedal dari kata kelang berubah jadi Telang.

        Setiap ada kerumunan orang, prajurit memukul bendi dungggg, dunggg dunggg, “ Sayembara, sayembara, diumumkan kepada seluruh masyarakat, barang siapa yang dapat mengalahkan atau membunuh buaya ganas yang ada di Telang akan diberi hadiah 100 keping mas oleh baginda raja”,

            keesokan harinya banyak pendekar sakti yang datang ke daerah Telang untuk dapat mengalahkan buaya ganas tersebut, Tombak, pedang dan ilmu kesaktian nggak bisa menggores sedikitpun kulit buaya tersebut, buaya bahkan semakin ganas, banyak pendekar tewas oleh keganasan buaya di sungai Telang. Rakyat semakin resah, tidak ada seorang pun yang berani mandi di sungai.

            Pada suatu malam seperti biasa buaya ganas tersebut mulai mencari tempat untuk dapat tidur dengan nyaman, buaya ini paling suka tidur dibawah pohon bedado yang banyak tumbuh di pinggir sungai Telang. Buaya ini suka tidur terlentang, pada saat tidur dengan pulas di bawah pohon bedado ini, jatuhlah buah bedado yang sudah matang berwarna kuning keemasan tepat di pusar perut buaya, saat itu juga buaya terkapar tak berdaya dan mati. Ternyata kelemahan buaya terletak pada pusarnya.

         Sejak saat itu tidak ada lagi buaya yang ganas, dan rakyat hidup dengan damai dan daerah itu sampai sekarang di sebut dengan nama Telang.
Demikianlah kisah lagenda asal mula nama Telang, kritik dan saran membangun sangat kami harapkan, karena saya baru belajar menulis.
Karya : Suwari, S.Pd